empat syair untuk anakku

Posted on Agustus 10, 2008. Filed under: family |

Empat Syair Untuk Anakku

Syair pertana tentang si sulung Asma Wafia

Putrid Abu Bakar kuambil nama darinya

Mujahidah sejati yang tegar dan setia

Bersama Zubair menjadi istri utama

Ibu mulia yangmengantar anak-anaknya ke surga

Sekarang enam tahun sudah usianya

Di kelas satu kini ia bersekolah

Membaca dan menulis dikuasainya sudah

Sejak awal kuajari pula perilaku mulia

Kini selalu berkerudung setiap keluar rumah

Saying pada adik bahkan sering kalimengalah

Membantu di dapur meski sekedar membuang sampah

Membaca dan bermain boneka kesenangannya

Satu hal yang istimewa

Tanggal kelahirannya setiap tahun meriah

Karena 5 Oktober TNI juga merayakannya.

Syair kedua tentang si pedang Allah

Anakku yang kedua Kholid Syaifulloh

Sang penakluk yang tak pernah kalah

Meski dengan 70 luka di dada

Sangat berharap menjadi syahid di laga

Walau akhirnya wafat di temapt tidurnya

Aku berharap anakku berani dan gagah

Tapi karena itu pula istriku cemas terkadang marah

Karena terlalu tinggi memanjat pohon jambu di depan rumah

Adik dan kakak menangis karena ulahnya

Namun yang membuatku bahagia

Rasa ingin tahunya yang luar biasa

Apa saja ia Tanya

Aku dan istriku selalu repot menjawabnya

“Mi dari mana datangnya angina?”

Istriku terkesima tak tahu harus menjawab apa

Dengan lirih akhirnya ia berkata

“Allah ciptakan angina untuk kita.”

Ia sendiri tak yakin apakah anakku bis amenerima

Kurasa, di rumah mesti ada ensiklopedia

Agar membantu menjawab pertanyaannya

Supaya anakku semakin kaya

Dari jawaban yang diterimanya.

Syair ketiga tentang putraku berikutnya

Tiga setengah tahun sudah usianya

Syahid Husein kuberi nama

Karena di abad lalu tepat di tanggal yang sama

huseinbinAli syahid bersimbah darah dianiaya

dihadang seribu pedang pasukan berkuda

di tengah kegersangan padang Karbala

10 Muharram tepatnya 61 Hijriyah angka tahunnya

Seperti juga Husein bin Ali yang pemberani

Anakku tak pernah takut

Berlari memanjat melompat atau bergulat

Melempar, menangkap atau saing dorong adu kuat

Berteriak gembira, tertawa bahagia

Sebentar menjerit, sebentar mengaduh

Kadang menangis kadang mengaduh

Sempurnalah kebisingan rumahku.

Syair keempat tentang putraku yang bungsu

Badannya gemuk padat berisi lemak susu

Terlihat sehat, lincah dan lucu

Usianya genap 12 bulan berlalu

Aaa… eeee sudah bisa ia tiru

Jika ada azan atau orangmengaji

Kadang ia diam tanpa ekspresi

Ia kembali bersuara ketika ada yang bernyanyi

Sambil menggoyangkan badannyake kanan dan ke kiri

Awalnya agak lama kumencari nama

Salman, Bilal ataukah Hamzah

Akhirnya kupilih Urwah Utsmani

Urwah artinya simpul ikatan hati

Seorang tabi’in anak Zubair sahabat nabi

Ahli ilmu guru besar di masjid nabawi

Sedang Utsmani kusandarkan ke nama Utsman :

Utsman bin Affan yang pemurah

Daulah Turki Utsmani yang megah

Utsman bin Disan kakekku yang bersahaja.

(untuk anak-anakku tercinta,

Cimanggis, 11 Desember 1999)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “empat syair untuk anakku”

RSS Feed for pesona kata Comments RSS Feed

syair yang indah…

mksh, slm silatrhmi…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: