puisi cinta

Posted on Agustus 9, 2008. Filed under: cinta |

1. CINTA PURA-PURA

Gelap masih bersimpuh

Pagi menjelang

Kunyatakan cintaku sesaat

Dalam rakaat berat

Dengan mata yang lekat

Saat tengah hari membakar

Ku sapa Engkau dengan tak sabar

Dalam ruku yang resah

Dengan hati yang gelisah

Ketika mentari miring ke Barat

Kudatang dengan cinta seperempat

Dalam sujud yang letih

Dengan raga perih

Ketika remang senja datang

Kuhadir dengan cinta

Seadanya saja

Dalam tasbih mengalun

Bersama gelap yang turun

Saat gelap sempurna

Aku tiba bersama cinta buta

Karena tak melihat apa-apa

Dalam cinta pura-pura

Dalam sujud pura-pura

Dalam ruku pura-pura

Dalam doa pura-pura

Karena memang pura-pura

Aku cinta pada-Mu

Ciwalahir, 2007

2. AKU

(untuk fana)

Biarkan aku mencintaimu

Dalam sepi

Dalam rindu

Dalam rasa malu

Bersama pendar purnama

Bersama nyanyian lara

Karna aku tak mungkin membenci

Dengan luka

Dengan duka

Dengan tawa

Meski mentari mengusir kabut pagi

Tetap saja sepi merajang hati

Gerimis tidak mengada-ada

Pelangi-pun tidak pura-pura

Karena mentari masih setia

Karena pesona masih milik purnama

Abadi dalam fana

Kekal dalam jiwa

Dengan segunung kelemahan

Dengan apa yang dianugerahkan

Rasa cinta yang mengendap dalam

Bersama angin kubisikan pesan

: Aku cinta kamu!

Depok, 2004

3. PADAMU

Wahai purnama hatiku

Kukirim puisi ini untukmu

Bukan sekuntum bunga

Kupikir akan layu

Bukan kegenggam mutiara

Karena ku tak mampu

Bukan pula lagu merdu

Karena sungguh sumbang suaraku

Kukirim saja puisi ini untukmu

Sebagai bahasa jiwaku

Padamu.

Subang, 2007

4. SEJATINYA CINTA

Cinta bukanlah balas jasa

Atas apa yang kau terima

Cinta adalah cara

Untuk mengantar cintamu

Pada sumber cinta sesungguhnya

Pada langit yang terbentang luas

Pada hamparan laut biru

Pada taburan gemintang

Pada semilir angin

Pada sinar mentari pagi

Pada gunung yang menjulang

Pada air yang mengalir jernih

Pada senyum purnama

Pada setiap sudut hati

Pada pemilik cinta sejati

Wahai malam…!

Sampaikan aku pada cinta-Nya

Depok, 2003

5. CINTA ADALAH ANGIN

Cinta adalah angin

Berhembus semilir,

Mengasikkan

Cinta adalah angin

Perlahan mendesir

Melenakan

Cinta adalah angin

Membawa mendung

Memberi harapan

Cinta adalah angin

Menjadi gelombang

Menakutkan

Cinta adalah angin

Menjadi topan

Menerjang

Cinta adalah angin

Menjadi tornado

Menghancurlumatkan

Cinta adalah angin

Menjadi ‘angin’

Menyebalkan.

Subang, 2007

(buat seorang yang kucinta)

6. DIKSI CINTA

Cinta mampu mengubah

Membuat logika berbolak balik

Memperlakukan tidak seperti yang diharapkan

Membantu tidak seperti yang dibutuhkan

Memberi tidak seperti yang diperlukan

Menolong tidak seperti yang diinginkan

Tidak seperti rencana

Tidak seperti keinginan

Tidak seperti impian

Tidak seperti kesepakatan

Berbeda tempat

Berbeda sekat

Berlain waktu

Berlain mutu

Tak sama jumlah

Tak sama warna

Cinta adalah lukisan abstrak

Dalam kanvas semesta raya

Tak bisa di hitung secara deret matematika

Tak ada persamaan dalam rumus fisika

Tak tepat ukuran dalam reaksi kimia

Karena cinta bukan studi eksakta

Karena cinta berasal dari palung hati

Dan hati mempunyai rahasia sendiri

Tidak tertembus panca indrawi

Dalam…

Subang, 2007

7. CINTA LAUT

Lihatlah laut

Biru membentang

Luas…

Menyimpan rahasia alam

Rahasia kehidupan

Rahasia hati

Ombak berkejaran, bersambung

Tak pernah henti

Menebar suka

Mengubur duka

Langit dan bintang

Setia menemani sepi

Bersama semilir

Lahirkan lara

Dalam panorama cinta

Nyiur kelapa melambai

Tumbuhkan cita

Suburkan asa

Pohon bakau yang diam

Tegak berdiri

Mengisi hari-hari sunyi

Bersama bintang

Dan cahaya pagi

Klingkit dan santigi

Dijilat ombak bergerak-gerak

Merunduk diterpa angin

Resah bersama dingin

Pasrah dibungkus malam

Gelisah…

Pulau Lancang, 1999

8. CINTA AKAN HIDUP

Cinta seperti matahari

Selalu memberi pagi

Ceria

Cinta seperti gemintang

Menunjuki

Jalan terang

Cinta seperti rembulan

Memesona

Indah dipandang

Cinta seperti lautan

Bergelora

Menakutkan

Cinta seperti gunung

Teguh

Menyimpan dendam

Cinta seperti pepohonan

Teduh

Menaungi

Cinta seperti udara

Jernih

Menghidupkan

Cinta akan hidup

Saat hidup dengan cinta

Bersama.

Ciwalahir, 2007

9. SEPI

Malam,

Aku capek

Dekap aku dalam gelapmu

Agar hilang anganku.

Bintang,

Aku sepi

Kirim kerlipmu kesini

Temani aku dalam sunyi

Agar hilang dukaku.

Bulan,

Aku rindu

Kuingin bertemu

Obati sukmaku

Agar tenang hatiku.

Angin,

Ku ingin desirmu

Mengusir rindu

Menyibak benci

Agar nyenyak tidurku.

Malam,

Bangunkan aku

Agar bisa bersama sepi

Menghias hari-hari

Dalam doa abadi

Ciater, 2005

10. RINDU 1

Rinduku gelombang pasang

Kulepas layar bahtera

Menangkap angin tenggara

Melawan

Menerjang

Merengkuh impian

Berlabuh di dermaga hatimu

Kayuhlah sampan jiwamu

Menuju pantai harapan

Bersama kerlip bintang

Dan segenggam kata

Jangan kau pergi sebelum terbit purnama

Pulau Rambut :

Rinduku tak hilang

(Pulau Rambut, 2001-2026)

11. RINDU 2

Jika bisa

Kan kuambil cahya purnama

Jadikan sutera

Untuk membalut segala luka

Jika mungkin

Akan kujaring angin

Kuubah menjadi nada bunyi

Alunkan tembang dan nyanyi

Hingga bisa kubunuh sunyi

Jika ada

Kan kutangkap bianglala

Kujadikan tangga

Menembus atap jiwa

Agar kupetik bunga

Harumkan sukma

Yang lama merana

Depok, 2004-2026

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: