tsiqoh bawa bencana

Posted on Agustus 7, 2008. Filed under: dawah is azik |

Tsiqoh bawa bencana

Sungguh ironis kalimat ini. Kebaikan pembawa sengsara, mungkin semakna dengan air susu dibalas air tuba. Kalimat itu keluar dari seorang akh yang kecewa. Awalnya ia sangat tsiqoh dengan sang murobbi, tapi menurutnya ketsiqohan itu sering kali dimanipulir untuk kepentingan pribadi. Menurutnya lagi, bukan cuma ia yang mengalami masalah manipulasi tsiqoh tersebut. Beberapa anggota liqo yang lain juga pernah mengalaminya. Dan dengan kasus yang beragam. Mulai dari masalah sara (sekolah, anak, rumah dan akhwat) hingga masalah yang sensitive, yakni uang. Baik pinjaman konsumtif maupun modal usaha. Biasalah, nggak jelas akhirnya (sebenarnya akhirnya jelas sih, uangnya habis) Ada lagi masalah kerjaan, agenda halaqoh. Sang murobi terlalu ‘bebas’ menggunakan hak ke murobiannya. Terlalu bersemangat menggunakan posisi murobi yang mesti ditaati. Sehingga beberapa ‘kaedah’ malah dilabraknya. Sedang si mutarobi mungkin belum terlalu dalam memahmi jundiah muthiah. Dalam hal pernikahan misalnya, ia menganggap semua binaannya harus ‘tunduk’ dengan fatwa saktinya. Maksudnya nggak boleh nolak amprokan calon istri dari murobbi. Adalah satu ‘kemaksiatan’ yang jelas jika hal itu dilakukan. Sampe-sampe ada istilah ‘cuci gudang’ segala. Karena haloqoh akhwat yang usia rata-ratanya mulai mengkhawatirkan. Maka sang murobiyah berkolaborasi dengan sang suami untuk ‘cuci gudang’ .

Mengapa tsiqoh mesti berbuah ketidakpercayaan? Tidakkah kita faham setiap kita adalah murobbi, dimana kita punya hak untuk di-tsiqoh-i. namun pada sisi yang lain kita adalah mutarobi yang harus memberikan tsiqoh pada murobbi? Maka hubungan akan sinergis ketika sama-sama mengamalkan kaedah –jundiah muthiah dan qiyadah mukhlishoh. Maka akan lahir tsiqoh mutabadilah. Ah, iya memang, mengimplementasikan teori selalu butuh waktu dan kesiapan pelakunya. Kesiapan untuk berubah, menjadi lebih baik.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: