nabrak preman

Posted on Agustus 7, 2008. Filed under: dawah is azik |

Nabrak preman

Wilayah itu memang agak angker, tidak mudah untuk dawah bisa masuk ke sana. Konon karena daerah itu memang sarangnya preman2 pasar bersemayam. Satu kali seorang akh naik motor membonceng istrinya melintasi kawasan serem itu. Entah karena sebab apa akh kita yang tidak terlalu gemuk ini menabrak seorang preman wilayah itu, bahkan termasuk pembesar preman disana. Sudah bisa ditebak apa yang akan terjadi. Tanpa aba2 masa sudah mengepungnya. Pentungan dan golok sudah di tangan mereka. Tinggal menunggu aba2 saja. Dengan tertatih sambil menahan sakit akh ini mencoba menenangkan diri dan menguasai keadaan.

“Saya tanggungjawab…!, tapi kita urus dulu orang ini ke rumah sakit..!” sambil menunjuk pentolan preman yang masih tergolek di pinggir jalan. Entah mengapa masa dengan mudah dikendalikan. Singkat cerita, korban sudah diurus dan kini masa menyidang akh tadi di bale desa. Masih dengan pentungan dan golok ditangan mereka berteriak ga karuan. Entah karena apa, masa tak melakukan tindakan lain kecuali hanya menyanyikan konser rock yang sangat fals. Teriak2 maksudnya. Singkat cerita lagi, al-akh kita berhasil menyelesaikan urusannya dengan selamat dan penuh kemenangan. Karena sejak itu ia dipercaya mengisi pengajian di wilayah itu. Beberapa preman sudah insyaf dan menjadi muridnya. Tapi pentolan preman yang pernah ditabraknya tetap istiqomah, sebagai preman. Tapi tetap nongkrong dan mengawal di luar masjid saat pengajian berlangsung.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: