membakar buku

Posted on Agustus 7, 2008. Filed under: artikel |

Khoiru jaalisin fi kulli makanin kitabun.

“Teman sejati yang paling setia di sepanjang masa adalah buku.”

Demikian hikmah Arab yang sangat dikenal di lingkungan pesantren.

Buku memang sahabat sejati. Ia tidak pernah berkhianat, tidak pernah meninggalkan, tidak pernah melawan meski disakiti. Tidak pernah meminta, selalu memberi. Sahabat di kala duka. Mudah diajak serta, tidak pernah membantah dan berkeluh kesah. Bersamanya akan bertambah ilmu, dekat dengannya meluaskan wawasan dan pengalaman. Menjadi penasihat ketika salah, menegur ketika lupa.

Ia mengajak mengarungi masa lalu yang jauh. Melihat kemajuan dan kejatuhan satu bangsa. Mengenal aneka budaya dan peradaban. Mampu membawa pula ke abad depan, dengan fantasi yang mengasyikan. Tidak ada yang dirugikan berteman dengannya. Tidak habis-habis menggali faedah di dalamnya.

Buku adalah sumber ilmu dan pengetahuan. Siapapun yang membacanya akan mendapatkan banyak keuntungan. Bahkan dengan membawanya saja sudah membuat pelakunya disebut terpelajar.

Masyarakat dan buku

Betapa dahsyat pengaruh buku terhadap kita sebenarnya. Namun kenyataan yang ada, tidak semua orang memahami hal yang sama. Bahkan di masyarakat, buku bukan sesuatu yang mempunyai nilai khusus dan istimewa. Buku bukan kebutuhan pokok makanan akal. Dan yang menyedihkan adalah daya baca masyarakat yangsangat lemah. Bias jadi masalah lemahnya minat baca karena lemahnya daya beli. Namun kenyataan membuktikan, bahwa pusat-pusat perbelanjaan dan hiburan selalu saja ramai, sedang took buku selalu sepi. Hal ini lebih karena masalah pemahaman dan kultur yang tumbuh di masyarakat, bahwa buku bukan sesuatu yang menarik. Buku bukan benda yang bermanfaat, bahkan buku bukan apa-apa. Masih lebih butuh membeli kaset, VCD, aksesoris diri, atau pakaian dengan mode terbaru.

Masyarakat yang tidak suka membaca adalah masyarakat yang bermasalah. Masalah-masalah yang tumbuh di masyarakat bias jadi karena sebab ini. Bahkan menurut Joseph Brodsky, penyair Rusia yang menjadi warga negara Amerika, serta pemenang Nobel sastra tahun 1997, ada beberapa kejahatan yang lebih buruk dari membakar buku. Salah satunya adalah tidak membaca buku!

Ayo kita mulai

Masyarakat selalu butuh contoh. Termasuk contoh bagaimana sikap yang positif terhadap buku. Mari mulai, masing-masing kita menjadi contoh untuk masyarakat terdekatnya. Jadikan buku sebagai teman sejati. Sesuatu yang bermanfaat, yang memberi banyak keuntungan. Belikan buku jika akan emberi hadiah kepada teman, keluarga atau rekan kerja. Jadikan aktifitas sehari-hari kita selalu dekat dengan buku. Tidak melewatkan satu haripun tanpa membaca buku. Lengkapi perpustakaan keluarga dengan buku-buku baru. Pinjami buku kepada tetangga dan teman-teman. Jika mungkin, bentuk taman bacaan di setiap RT, Masjid, Musholah, posyandu, pos kamling dan tempat-tempat umum lainnya. Mari kita bangun masyarakat dengan buku dan aktifitas membaca.

(Monitor Depok, Senin, 2 Februari 2004)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: