kasymir

Posted on Agustus 7, 2008. Filed under: cerpen |

kasymir 1

“Kita jadi hiking kan Pak?”
“Insya Allah, sudah siap emangnya?”
“Sudah!”
“Yang lain di mana?”
“Masih pada makan Pak, di kantin”
“Kok gini hari masih di sana?”
“Tadi ibu dapurnya kehabisan gas Pak”
“Lalu…?”
“Masaknya jadi terlambat”
“Lalu…?”
“Makannya juga jadi lambat…”
“Lalu…”
“Berangkatnya juga terlambat ya Pak?”
“Lalu…?”
“Jangan suka terlambat.”
“Kenapa…?”
“Karena akan mengganggu program yang lain…!”
“Bagus, Hebat…! lalu…?”
“Lalu lalu. Lalulintas kali! Ya sudah gitu. eh kita jadi ke Kasymir-kan Pak?”
“Iya, jadi dong!”
“Kenapa sih namanya kasymir Pak?”
“Kamu akan tahu nanti”
“Kok nanti. Sekarang aja Pak?
“Sabar … karena sabar itu baik buat kamu…!”
“O gitu pak, apa misalnya…”
“Kamu bisa menahan diri, tidak mengikuti dorongan keinginan nafsumu…!”
“Maksudnya nafsu apa pak?”
“Hehehe… Ya cem macem lah.. nafsu apa saja. Nafsu mau enak sendiri, nafsu ga peduli sama temen, nafsu untuk cepet-cepet berhasil, nafsu meng-anggap orang lain rendah, nafsu merasa lebih hebat…pokoknya banyak.”
“Wih, jadi banyak gitu ya pak..”
“Iya makanya sabar, sabar itu mengendalikan nafsu kita…!”
“Iya deh saya sabar.”
”Nah gitu dong hebat!”
“Siapa sih pak yang kasih nama Kasymir?”
“Saya…hehehe…!”
“Bapak…?!”
“Lho, emangnya kenapa?”
“Nggak pa-pa…hebat juga…”
“iya dong…”
“Kenapa namanya Kasymir Pak?”
“Kamu benar-benar ga sabaran ya…?”oke sekarang,.. kamu tahu Kasymir?”
“Tahu dong Pak, satu tempat di India-kan Pak…?!”
“Seratus! hebat kamu ya…!”
“Iya Pak. baru tahu ya Pak!”
“Hehehe…”
“Jadi kenapa namanya Kasymir Pak?”
“Lho, katanya kamu tahu Kasymir…”
“Iya tahu, ya tadi itu, wilayah kecil di India-kan…”
“Trus apa lagi yang kamu tahu…?”
“Sampai sekarang masih sering bergolak, perang”
“Hei, hebat kamu. kamu tau nggak kenapa begitu?”
“Duh Bapak, kayak ujian aja”
“Nggak lagi, ini malah lebih sulit dari ujian”
“O, gitu ya Pak…”
“Ya, kenapa di Kasymir bergolak”
“Karena penduduknya yang muslim.”
“Kenapa penduduknya yang muslim?”
“Ditindas didzalimi oleh tentara India, iya kan Pak?!”
“Subhanallah, Hebat eui, kamu tahu dari mana?
“Kan di kelas di bahas Pak. negri-negri Islam yang tertindas”
“O, ya… apa lagi selain Kasymir?”
“Banyak Pak!”
“Iya, apa saja?”
“Kalau di Asia ada Mindanau di Philipina
Patani di Thailan, juga Palestina.”
“Kalau di Eropa di mana?”
“Bosnia di antaranya Pak!”
“Kalau di Afrika?”
“Di Ethiopia, Eritria…de-el-el”
“Suit-suit… gubrak! keren asli!”
“Eh, itu beneran kamu pelajarin di sekolah?”
“Iya lah Pak, ngapain lagi saya bohong”
”Hehehe…hebat. siapa sih gurunya!”
“Guru sejarah Pak, Pak Wasis”
“Ooo…yang suka makan mi pangsit pake daun bawang banyak ya?”
“Nggak tahu Pak, yang saya tahu ia suka ngerjain kita”
“O gitu ya…?!”
“Iya Pak, Jadi kenapa namanya Kasymir Pak?”
“Ya itu tadi, apa lagi yang kamu tahu tentang Kasymir
selain gejolak politiknya…?”
“Negara kecil yang kaya dengan SDA!”
“O ya…,Emangnya apa sih SDA…?”
“Sumber Daya Alam lah Pak…!”
“Ya betul, hebat kamu…!”
“Jadi bapak sebut kasymir karena di sana juga banyak SDA gitu?
seperti minyak, emas, batu bara…”
“Bukan, bukan. Belum selesai lagi!”
“Maksudnya…?”
“Maksud saya apa lagi yang kamu tahu tentang Kasymir…?”
“Apa lagi ya…, mungkin karena pemandangan alamnya sangat indah…?”
“Tepat!”
“Jadi di sana itu pemandangannya sangat indah…?”
“Tepat!”
“Jadi di sana ada gunung dan sungai yang airnya jernih?”
“Tepat!”
“Jadi itulah kenapa bapak menyebutnya Kasymir..? gitu…?”
“Tepat!”
“Jadi…?”
“Tepat!”
“Hehehe…”
“Hebat kamu ya…?!”
“Kan Bapak sudah bilang gitu tadi…”
“O ya ya …”
“Iya Pak, sudah enam kali jadinya…”
“Iya, beneran, kamu emang hebat…”
“Tujuh kali Pak!”
“Tuh temanmu sudah ngumpul, ayo kita berangkat!”
“Kita ke Kasymiiiir…! ayoooo….!”
(siang sejuk 03.02.07)

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: