jilbab tea

Posted on Agustus 7, 2008. Filed under: dawah is azik |

Pahlawan jilbab

Saat saya sma, (1983-1985)berangkat ke sekolah dengan bis metro mini. Di sepanjang jalan antara depok – pasar minggu, saya hanya melihat beberapa murid sekolah yang berjilbab. Dan itu saya kenali, paling tidak saya tahu sekolah dan tempat ia naik bis. Mengapa? Karena jumlah jilbaber saat itu hanya sedikit sekali. Di sekolah saya sma n 28 pasar minggu seingat saya tidak lebih dari 5 orang (angkatan saya) mereka memang pahlawan2 jilbab yang luar biasa. Berbagai reaksi dialamatkan pada mereka. Baik yang pro, atau yang kontra, yang kontra tentu saja lebih banyak. Dengan berbagai tekanan, akhirnya hanya ada dua kemungkinan yang harus mereka pilih; jika tetap berjilbab dikeluarkan (bahasa sekolahnya dipindahkan atas permintaan sendiri) atau jika ingin terus bersekolah lepas jilbab. Dan hebat sekali, saya lihat dua pilihan itu dilakoni oleh para jilbaber. Beberapa jilbaber akhirnya rela pindah sekolah ke swasta karna tidak mau membuka jilbabnya. Sebagian yang tak berdaya tetap bersekolah disana dengan membuka jilbab saat di gerbang sekolah. sungguh tragis. Amat sadis. Dan itu terjadi di negri dengan jumlah kaum muslimin terbesar di dunia. Dan itu dilakukan oleh para mujahidah pahlawan jilbab. Perjuangan yang tak sia-sia. Perjuangan yang sungguh mulia. Dan kini, lepaskanlah pandangan anda, maka lautan jilbab sudah menerjang segalanya. Ada di mana-mana… dipakai siapa saja… meski masih ada tugas lain menanti.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: