membaca

Posted on April 5, 2008. Filed under: puisi |

 

MEMBACA


satu malam di puncak bukit.

gelap, sepi dan mencekam.

tak ada tanda-tanda,

taka ada kata-kata

tak ada suara,

tak ada cahaya.

nyaris tak ada kehidupan di sana.

semilir angin berhembus lemah, tak bertenaga.

menyentuh dinding gunung yang kaku,

mengusap batu-batuan yang mati,

mengelus malam yang tenang.

namun dengarlah, ada suara sangat halusnya.

terdengar antara ada dan tiada.

bercampur dalam desau angin malam,

menyatu  dengan embun dan debu,

melekat dalam sunyi dan gelap.

dengarlah,  suara itu datang lagi.

tidakkah kau dengar?

kini semakin jelas

bahkan seperti bergetar layaknya.

bergema di sekitar puncak bukit,

memantul-mantul di punggung gunung batu.

bahkan puncak gunung itu seakan bercahaya,

kemilau yang membunuh gelap.

tidakkah kau lihat…?

kilap cahaya yang menerangi?

kini semakin jelas, sumber suara berasal.

dari puncak bukit 

dari ketinggian

di dalam gua.

kini perhatikan dengan seksama,

suara apa yang keluar dari gua yang temaram itu…

“…Bacalah wahai Muhammad, bacalah dengan menyebut nama Rabb-mu yang menciptakan…”

sangat fasih dan jelas sekali.

suara yang mengguncangkan hati …

bacalah…!

perintah macam apa itu.

bayangkan perintah membaca

disampaikan pada 1500 tahun yang lalu,

saat masyarakat dalam kelemahan

saat hati dalam kegelapan

saat akal dalam kebodohansaat itu membaca adalah kata yang tidak dimengerti.

bukan pekerjaan yang umum ada.

mengapa disuruh membaca…?

siapa yang disuruh membaca…?

mengapa harus membaca …?

carilah kandungan rahasianya

karena membaca akan menguatkan masyarakat

karena membaca akan menerangi hati

karena membaca akan mencerdaskan pikiran.

Itulah mengapa ada perintah membaca

karena membaca adalah kunci ilmu pengetahuan

karena membaca adalah tangga pertama satu peradaban.

itulah dahsyatnya pengaruh membaca…

dan yang pasti, itu hanya sebagian kecil

hikmah yang bisa kita dapat

hikmah yang lebih besar lagi

masih terkandung dalam lautan rahasia Ilahi

karena perintah membaca tertera di kitab suci

pertanda membaca masalah penting sekali…

ayo bacalah

setiap angka

setiap huruf

setiap kata

setiap tanda

setiap sudut

setiap gerak

siang dan malam

matahari dan bulan

tanah dan air

angin, udara dan cuaca

pohon, batu dan satwa

membaca diri

membaca jiwa

membaca dunia

membaca semesta

membaca kehidupan

membaca kematian

ayo membaca

agar meng-hijrah-kanmu

menuju manusia sesungguhnya.

abusyahid Anadwi

                (kampus peradaban  as-syifa :

            sore gerimis di awal muharam 1428,

            dimana ‘hijrah besar’ terjadi

            dimana langkah panjang telah dimulai…

            menuju perubahan

            merebut keunggulan

            membangun peradaban)

 

 

 

 

 

 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: