puisi buku

Posted on Agustus 9, 2008. Filed under: buku |

2. NOL BUKU

Pernahkan kau tangkap

Getar gelisah seorang ayah

Bapak pujangga bangsa

Taufik Ismail namanya

Satu hari pernah Ia bercerita;

Di Malaysia, Thailan juga Singapura

Semua remaja lulusan SMA

Telah membaca lebih dari tujuh buku karya sastra

Mengapa hal itu bisa?

Karena di sekolah sana sastra sudah biasa

Itu belum apa-apa

Karena di Jepang, Perancis juga Rusia

Remaja lulusan SMA-nya

Menuntaskan lebih dari 15 buku karya sastra

Mengapa hal itu bisa?

Karena di sekolah sana sastra mendapat tempat sangat baiknya

Itu bukanlah sempurna

Karena di Amerika

Remaja lulusan SMA disana

Membaca 40 judul buku semuanya

Mengapa hal itu bisa?

Karena di sekolah sana sastra mendapat perlakuan istimewa

Sekarang tanyakanlah!

Berapa buku yang dibaca remaja Indonesia?

Remaja lulusan SMA di negri khatulistiwa ini,

Ternyata hanya membaca nol buku saja

Tahukah kau apa maknanya?

Mereka tak pernah membaca sampai tuntas

Satupun buku sastra hingga lulus SMA

Pantaslah jika seorang pujangga jadi sangat gelisah

Kenyataan ironis terjadi di depan hidungnya

Mengapa hal itu bisa?

Hanya DEPDIKNAS yang tahu jawabannya.

Subang, 2007

3. NAMAKU BUKU

Di sana,

Aku diperlakukan sangat istimewa

Dibawa ke mana-mana

Di baca di mana saja

Di halte, stasiun juga taman kota

Dalam bis, kereta juga pesawat udara

Rumah makan, apotik dan tempat niaga

Di sana,

Aku jadi lambang kemajuan rakyatnya

Dibawa selalu dengan bangga

Dibaca di mana-mana

Kampus, kantor dan gedung olah raga

Sekolah, rumah sakit dan pusat belanja

Di sana

Aku jadi barang kebutuhan sehari-hari

Dibawa setiap hari

Dibaca setiap hari

Hari-hari mereka penuh denganku

Hari-hari mereka sibuk denganku

Padahal mereka Negara moderen

Computer dan alat elektronika semua ada

Namun kepadaku mereka sangat butuhnya

Di sana,

Aku seperti dewa layaknya

Tempat orang-orang bertanya

Tempat semua orang belajar

Tempat semua orang mengadu

Tempat siapa saja meminta dan mencari tahu

Di sana

Aku diperlakukan sangat mulia

Sebagai satu identitas bangsa

Sebagai alat menambah rasa

Sehingga rakyatnya sangatlah bangga

Namun di sini

Aku cuma menambah gengsi

Di pajang bejejer di lemari terkunci

Terpenjara di perpustakaan yang sepi

Takan bisa kau temui

Aku dibawa-bawa kemana-mana

Aku dibaca di mana-mana

Aku ada dimana-mana

Aku akan merasa cukup terhormat

Tersusun di rak-rak berdebu

Tertata di meja-meja yang bisu

Sungguh aku merasa istimewa

Jika aku ada di dalam tas anak-anak sekolah

Dan jadi rujukan tugas-tugas kuliah

Namun sering kali nasib naas menimpa

Karena aku seringkali dijadikan kipas saat panas

Penambah beban, Yang lebih sial lagi

Jika aku dijadikan pengganjal pintu

Bahkan alas kepala saat tidur

Di sini,

Mereka tak mengerti bagaimana memperlakukan aku…

Ciwalahir, 2007

4. PAGI INI AKU MEMBACA

Kuambil buku di rak putih

Kududuk di shofa di teras rumah

Menikmati mentari

Dan semilir angin pagi

Kuteguk teh hangat

Yang disajikan ibu tadi

Kupandangi sampul buku

Aneka warna memesona

Kubuka jaketnya

Kutiti baris-baris hurufnya

Kureguk untaian kata

Kunikmati rangkaian kalimat

Kucicipi susunan paragrap

Halaman ke halaman

Lembar ke lembar

Kubuka pikiranku

Dan sel-sel otakku mulai bergerak berirama

Kunyalakan imajinasiku

Dan khayalku menyentak-nyentak luar biasa

Kupasang nalarku

Dan anganku melayang menembus cakrawala

Kuhidupkan rasaku

Dan jiwaku mengembara melewati dimensi masa

Pagi ini aku membaca

Sungguh pengalaman yang luar biasa

Pagi ini aku membaca

Dan aku selalu mendapat warna berbeda

Setiap harinya.

Subang, 070707

5. WISATA BUKU

Buku membawaku berwisata

Mengunjungi negri-negri segala penjuru benua

Pusat peradaban manusia

Ragam suku, adat dan bahasa

Aneka peninggalan dan budaya

Aku mampir di kesejukan taman gantung Babilonia

Singgah di kemegahan Tajmahal di India

Melihat kegersangan Pyramid di Egiptia

The Great Wall yang perkasa di Cina

Mengagumi mercusuar di Iskandaria

Mendatangi Borobudur di Indonesia

Menapaki tangga-tangga menara Pisa di Italia

Bertualang ke padang safari Afrika yang penuh pesona,

Menjelajah di kelebatan rimba Amazon di Brazilia

Mengarungi kegersangan padang sahara.

Atau menguak misteri segi tiga bermuda

Kamu bisa menyaksikan peristiwa yang pernah terjadi

Kedahsytan perang Troya karena masalah wanita

Kehancuran kaum Pompi dibenam bencana

Kebangkrutan imperium Romawi yang tak bertepi

Kehancuran kerajaan Persia penyembah api

Keagungan Iskandar Dzulqornain

Kecantikan Cleoparta

Kesombongan Fir’aun

Kecemerlangan Cordova di Spanyol

Ketinggian peradaban di Bagdad

Penjarahan masal masa kolonial

Perlawanan pribumi menentang penjajahan

Kengerian perang dunia pertama

Kehancuran perang dunia kedua

Bom atom di Hirosima

Peperangan,

Perdamaian,

Kemerdekaan

Kebudayaan

Peradaban

Kemanusiaan

Buku adalah benda ajaib

Kamu bisa mengembara ke mana saja kamu suka.

Bertemu semua tokoh dunia

Lukmanul Hakim, Khaidir, Plato, Einstein

Aristhoteles, Ibnu Sina, Khawarizmi, dan Thomas Alfa Edison

Sholahudin, Washington, Thoriq bin Ziyad, juga Napoleon Bonaparte

Atau memberi ta’dzim kepada para pahlawan nasional kita,

Fatahillah, Diponegoro, dan Patimura

Imam Bonjol, Tengku Umar juga Buya Hamka

Bung Tomo, Jenderal Sudirman dan Oto Iskandardinata

Buku mengajakmu berwisata

Keliling dunia

Mengunjungi sudut-sudut sejarah

Menyusuri kehidupan

Dalam semua sisi waktu dan zaman

Tambakmekar – Pagaden, 2005 – 2007

6. BUKU TEMANKU

Buku adalah sahabat paling istimewa

Membuatku kaya

Lebih dari harta berharga

Teman yang paling setia

Menemani kala aku sendiri

Menghibur saat duka di hati

Asik juga untuk teman diskusi

Buku adalah guru yang paling ikhlas

Seperti pohon yang tak henti-henti berbuah

Seperti matahari yang tak pernah bosan memberi

Seperti lautan tak pernah berkurang meski diambili

Seperti bintang yang selalu menunjuki

Buku sungguh mengagumkan,

Bisa menjernihkan akal,

Mencerdaskan pikiran,

Memperluas wawasan,

Melembutkan perasaan

Memberi kebaikan

Meluruskan kekhilafan

Membantu kesulitan

Meraup ilmu dan pengetahuan.

Buku akan terus memberimu banyak keajaiban

Jika terus membaca dan membacanya.

Pagaden, 2005

7. KERANJINGAN BUKU

Ingin kuceritakan

Orang-orang aneh yang keranjingan

Bukan terhadap emas permata

Atau wanita cantik jelita

Bukan pula rumah mewah

Atau sawah berhektar jumlah

Tapi ternyata kepada buku-buku saja

Ini sungguh-sungguh ajaib bin aneh

Tapi begitu sejarah telah mencatatnya

Seorang ulama di abad lampau

Al-Zuhri namanya sangat sangat menyukai buku

Rumahnya sesak dengan buku

Uang belanja semua untuk buku

Waktunya habis untuk buku

Hari-harinya bergumul dengan buku

Ia menulis, mengkaji, membeli, mengoleksi

Karena Al-Zuhri sudah keranjingan buku

Istrinya sering mengeluh berkelakar

“Lebih ringan bagiku dimadu dengan tiga orang istri

dari pada sikap cintanya pada buku.”

Ulama lainnya Hasan Al-Lu’luai namanya

Selama 40 tahun selalu tidur dengan buku di dadanya

Membacanya dan menemaninya tidur

Ada ulama ini lain lagi

Jika hendak ke jamban

Dipanggil-lah anaknya

Agar membacakan buku keras-keras

Agar ia bisa mendengar apa yang dibaca anaknya

Agar tak tersia waktu hajatnya

Mendapat ilmu dari buku

Apa yang kau lakukan dengan buku?

Pagaden – Tambakmekar, 2006 – 2007 / 2026

8. BUKU MEMBAWAKU

Buku pernah membawaku

Singgah di planet Mars

Melihat perkebunan semangka

Komunitas margasatwa

Dan pemukiman manusia

Model kehidupan ruang angkasa

Hasil teknologi yang luar biasa

Ada juga pos jaga

Dengan aneka perlengkapan senjata

Berbagai bentuk dan ukuran ada

Untuk menghadapi serangan UFO

Dan serbuan makhluk alien

Aku terbang dengan motor angkasa

Piknik ke sudut galaksi

Berkunjung ke gugusan bintang

Menyongsong meteor

Melihat nebula

Asik sekali

Menikmati keindahan angkasa

Berkilau aneka warna

Menyedapkan mata

Namun sebuah robot raksasa

Mendekat dengan kecepatan cahaya

Menembak motorku dengan rudal api

Aku menjauh selamatkan diri

Aku tak berdaya

Dikejar kemana saja

Aku masuk ke orbit baru

Terbang rendah di puluhan planet

Bersembunyi di balik meteor

Namun aku tak berhasil

Udara panas makin terasa

Membakar wajah dan dada

Lalu rudal api mehantamku

Dengan ledakan sangat dahsyatnya

Dan hancur luluh tak bersisa

Aku berteriak

Bangun, bangun seru ibuku!

Aku tertidur di shofa

Belum juga selesai kubaca

Buku tipis yang kuambil dari rak putih

Subang, 2007

9. BUKUMU KUPINJAM

Aku tak bisa menahan diri

Untuk datang memintamu

Pinjamkan aku buku

Agar puas dahagaku

Di rumah

Semua buku telah kubaca

Koran dan majalah tak tersisa

Di sekolah

Tak ada lagi tambahan buku baru

Yang adapun sudah tertutup debu

Kawan

Aku butuh pasokan gizi otakku

Pinjami aku buku

Agar sehat pikiranku

Pinjami aku buku

Karena tak ada lagi buku tersisa

Untuk membeli aku tak ada dana

Perpustakaan di kampungku tak ada

Sedang keinginanku tak bisa terkendali

Selalu mencari-cari

Apa yang bisa kubaca hari ini

Teman,

Bolehkah kupinjam bukumu?

Subang, 2007

10. AKU MEMBACA ‘LASKAR PELANGI’

Kubaca ‘Laskar Pelangi’

Kaya kata nakal dalam diksi

Sangat enerjik penuh imajinasi

Kuserap

Kunikmati

Kupelajari

Tentang semangat mengajar

Tentang semangat belajar

Tentang cita-cita dan mimpi

Bagaimana menantang kehidupan

Dalam kekurangan

Dalam keterbatasan

Sungguh aku tak habis mengerti

Bagaimana aku bisa luput mensukuri

Berbagai nikmat yang kudapati

Kubaca pula ‘Gadis Kecil Toto Chan’

Kukunyah perlahan-lahan

Kuhisap penuh kesadaran

Hatiku jadi terbuka menganga

Menampung ribuan kata berlompatan

Pengalaman dalam pembelajaran

Bagaimana murid diperlakukan

Dimana belajar jadi kesenangan

Bahwa kecerdasan bukan cuma Matematika

Bahwa prestasi bukan hanya pandai Fisika

Tapi semua yang ada dalam bakat manusia

Bagaiman menjadikan semua tempat yang ada

Adalah kelas istimewa bagi mereka

Lalu Kubaca ‘MAJOI’-nya Taufik Ismail

Ada hal aneh kurasakan :

Menyusup dalam saluran pernafasan

Melekat di ujung tenggorokan

Bahwa sastra jadi begitu segarnya

Dan puisi jadi begitu renyahnya

Cobalah cicipi jika kau tak percaya

Kubaca lagi ‘Ayat-ayat Cinta’

Aroma spiritualitas sangat derasnya

Membasuh jiwa keringku

Membakar karat hatiku

Memahami betapa mulia arti cinta

Strategi mengatur masa depan

Dan merancang kehidupan

Kini kubaca ‘Quantum Teaching’

Seperti memasuki dunia lain

Menyebarkan aura juara

Memberi energi surya

Semangat mengorkestra

Hingga kelas jadi penuh warna

Dalam dominasi bianglala

Dalam nuansa cakrawala

Dan semua murid menjadi bintangnya

Aku hanya berpikir

Seandainya semua guru

Membaca semua buku istimewa

Betapa guru akan menjadi kaya

Betapa murid akan jadi istimewa

Dan kelas jadi bernyawa

Hingga cahaya tak pernah sirna

Dari jiwa-jiwa mereka

Ciwalahir, 060807

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: