puisi buku
2. NOL BUKU
Pernahkan kau tangkap
Getar gelisah seorang ayah
Bapak pujangga bangsa
Taufik Ismail namanya
Satu hari pernah Ia bercerita;
Di Malaysia, Thailan juga Singapura
Semua remaja lulusan SMA
Telah membaca lebih dari tujuh buku karya sastra
Mengapa hal itu bisa?
Karena di sekolah sana sastra sudah biasa
Itu belum apa-apa
Karena di Jepang, Perancis juga Rusia
Remaja lulusan SMA-nya
Menuntaskan lebih dari 15 buku karya sastra
Mengapa hal itu bisa?
Karena di sekolah sana sastra mendapat tempat sangat baiknya
Itu bukanlah sempurna
Karena di Amerika
Remaja lulusan SMA disana
Membaca 40 judul buku semuanya
Mengapa hal itu bisa?
Karena di sekolah sana sastra mendapat perlakuan istimewa
Sekarang tanyakanlah!
Berapa buku yang dibaca remaja Indonesia?
Remaja lulusan SMA di negri khatulistiwa ini,
Ternyata hanya membaca nol buku saja
Tahukah kau apa maknanya?
Mereka tak pernah membaca sampai tuntas
Satupun buku sastra hingga lulus SMA
Pantaslah jika seorang pujangga jadi sangat gelisah
Kenyataan ironis terjadi di depan hidungnya
Mengapa hal itu bisa?
Hanya DEPDIKNAS yang tahu jawabannya.
Subang, 2007
3. NAMAKU BUKU
Di sana,
Aku diperlakukan sangat istimewa
Dibawa ke mana-mana
Di baca di mana saja
Di halte, stasiun juga taman kota
Dalam bis, kereta juga pesawat udara
Rumah makan, apotik dan tempat niaga
Di sana,
Aku jadi lambang kemajuan rakyatnya
Dibawa selalu dengan bangga
Dibaca di mana-mana
Kampus, kantor dan gedung olah raga
Sekolah, rumah sakit dan pusat belanja
Di sana
Aku jadi barang kebutuhan sehari-hari
Dibawa setiap hari
Dibaca setiap hari
Hari-hari mereka penuh denganku
Hari-hari mereka sibuk denganku
Padahal mereka Negara moderen
Computer dan alat elektronika semua ada
Namun kepadaku mereka sangat butuhnya
Di sana,
Aku seperti dewa layaknya
Tempat orang-orang bertanya
Tempat semua orang belajar
Tempat semua orang mengadu
Tempat siapa saja meminta dan mencari tahu
Di sana
Aku diperlakukan sangat mulia
Sebagai satu identitas bangsa
Sebagai alat menambah rasa
Sehingga rakyatnya sangatlah bangga
Namun di sini
Aku cuma menambah gengsi
Di pajang bejejer di lemari terkunci
Terpenjara di perpustakaan yang sepi
Takan bisa kau temui
Aku dibawa-bawa kemana-mana
Aku dibaca di mana-mana
Aku ada dimana-mana
Aku akan merasa cukup terhormat
Tersusun di rak-rak berdebu
Tertata di meja-meja yang bisu
Sungguh aku merasa istimewa
Jika aku ada di dalam tas anak-anak sekolah
Dan jadi rujukan tugas-tugas kuliah
Namun sering kali nasib naas menimpa
Karena aku seringkali dijadikan kipas saat panas
Penambah beban, Yang lebih sial lagi
Jika aku dijadikan pengganjal pintu
Bahkan alas kepala saat tidur
Di sini,
Mereka tak mengerti bagaimana memperlakukan aku…
Ciwalahir, 2007
4. PAGI INI AKU MEMBACA
Kuambil buku di rak putih
Kududuk di shofa di teras rumah
Menikmati mentari
Dan semilir angin pagi
Kuteguk teh hangat
Yang disajikan ibu tadi
Kupandangi sampul buku
Aneka warna memesona
Kubuka jaketnya
Kutiti baris-baris hurufnya
Kureguk untaian kata
Kunikmati rangkaian kalimat
Kucicipi susunan paragrap
Halaman ke halaman
Lembar ke lembar
Kubuka pikiranku
Dan sel-sel otakku mulai bergerak berirama
Kunyalakan imajinasiku
Dan khayalku menyentak-nyentak luar biasa
Kupasang nalarku
Dan anganku melayang menembus cakrawala
Kuhidupkan rasaku
Dan jiwaku mengembara melewati dimensi masa
Pagi ini aku membaca
Sungguh pengalaman yang luar biasa
Pagi ini aku membaca
Dan aku selalu mendapat warna berbeda
Setiap harinya.
Subang, 070707
5. WISATA BUKU
Buku membawaku berwisata
Mengunjungi negri-negri segala penjuru benua
Pusat peradaban manusia
Ragam suku, adat dan bahasa
Aneka peninggalan dan budaya
Aku mampir di kesejukan taman gantung Babilonia
Singgah di kemegahan Tajmahal di India
Melihat kegersangan Pyramid di Egiptia
The Great Wall yang perkasa di Cina
Mengagumi mercusuar di Iskandaria
Mendatangi Borobudur di Indonesia
Menapaki tangga-tangga menara Pisa di Italia
Bertualang ke padang safari Afrika yang penuh pesona,
Menjelajah di kelebatan rimba Amazon di Brazilia
Mengarungi kegersangan padang sahara.
Atau menguak misteri segi tiga bermuda
Kamu bisa menyaksikan peristiwa yang pernah terjadi
Kedahsytan perang Troya karena masalah wanita
Kehancuran kaum Pompi dibenam bencana
Kebangkrutan imperium Romawi yang tak bertepi
Kehancuran kerajaan Persia penyembah api
Keagungan Iskandar Dzulqornain
Kecantikan Cleoparta
Kesombongan Fir’aun
Kecemerlangan Cordova di Spanyol
Ketinggian peradaban di Bagdad
Penjarahan masal masa kolonial
Perlawanan pribumi menentang penjajahan
Kengerian perang dunia pertama
Kehancuran perang dunia kedua
Bom atom di Hirosima
Peperangan,
Perdamaian,
Kemerdekaan
Kebudayaan
Peradaban
Kemanusiaan
Buku adalah benda ajaib
Kamu bisa mengembara ke mana saja kamu suka.
Bertemu semua tokoh dunia
Lukmanul Hakim, Khaidir, Plato, Einstein
Aristhoteles, Ibnu Sina, Khawarizmi, dan Thomas Alfa Edison
Sholahudin, Washington, Thoriq bin Ziyad, juga Napoleon Bonaparte
Atau memberi ta’dzim kepada para pahlawan nasional kita,
Fatahillah, Diponegoro, dan Patimura
Imam Bonjol, Tengku Umar juga Buya Hamka
Bung Tomo, Jenderal Sudirman dan Oto Iskandardinata
Buku mengajakmu berwisata
Keliling dunia
Mengunjungi sudut-sudut sejarah
Menyusuri kehidupan
Dalam semua sisi waktu dan zaman
Tambakmekar – Pagaden, 2005 – 2007
6. BUKU TEMANKU
Buku adalah sahabat paling istimewa
Membuatku kaya
Lebih dari harta berharga
Teman yang paling setia
Menemani kala aku sendiri
Menghibur saat duka di hati
Asik juga untuk teman diskusi
Buku adalah guru yang paling ikhlas
Seperti pohon yang tak henti-henti berbuah
Seperti matahari yang tak pernah bosan memberi
Seperti lautan tak pernah berkurang meski diambili
Seperti bintang yang selalu menunjuki
Buku sungguh mengagumkan,
Bisa menjernihkan akal,
Mencerdaskan pikiran,
Memperluas wawasan,
Melembutkan perasaan
Memberi kebaikan
Meluruskan kekhilafan
Membantu kesulitan
Meraup ilmu dan pengetahuan.
Buku akan terus memberimu banyak keajaiban
Jika terus membaca dan membacanya.
Pagaden, 2005
7. KERANJINGAN BUKU
Ingin kuceritakan
Orang-orang aneh yang keranjingan
Bukan terhadap emas permata
Atau wanita cantik jelita
Bukan pula rumah mewah
Atau sawah berhektar jumlah
Tapi ternyata kepada buku-buku saja
Ini sungguh-sungguh ajaib bin aneh
Tapi begitu sejarah telah mencatatnya
Seorang ulama di abad lampau
Al-Zuhri namanya sangat sangat menyukai buku
Rumahnya sesak dengan buku
Uang belanja semua untuk buku
Waktunya habis untuk buku
Hari-harinya bergumul dengan buku
Ia menulis, mengkaji, membeli, mengoleksi
Karena Al-Zuhri sudah keranjingan buku
Istrinya sering mengeluh berkelakar
“Lebih ringan bagiku dimadu dengan tiga orang istri
dari pada sikap cintanya pada buku.”
Ulama lainnya Hasan Al-Lu’luai namanya
Selama 40 tahun selalu tidur dengan buku di dadanya
Membacanya dan menemaninya tidur
Ada ulama ini lain lagi
Jika hendak ke jamban
Dipanggil-lah anaknya
Agar membacakan buku keras-keras
Agar ia bisa mendengar apa yang dibaca anaknya
Agar tak tersia waktu hajatnya
Mendapat ilmu dari buku
Apa yang kau lakukan dengan buku?
Pagaden – Tambakmekar, 2006 – 2007 / 2026
8. BUKU MEMBAWAKU
Buku pernah membawaku
Singgah di planet Mars
Melihat perkebunan semangka
Komunitas margasatwa
Dan pemukiman manusia
Model kehidupan ruang angkasa
Hasil teknologi yang luar biasa
Ada juga pos jaga
Dengan aneka perlengkapan senjata
Berbagai bentuk dan ukuran ada
Untuk menghadapi serangan UFO
Dan serbuan makhluk alien
Aku terbang dengan motor angkasa
Piknik ke sudut galaksi
Berkunjung ke gugusan bintang
Menyongsong meteor
Melihat nebula
Asik sekali
Menikmati keindahan angkasa
Berkilau aneka warna
Menyedapkan mata
Namun sebuah robot raksasa
Mendekat dengan kecepatan cahaya
Menembak motorku dengan rudal api
Aku menjauh selamatkan diri
Aku tak berdaya
Dikejar kemana saja
Aku masuk ke orbit baru
Terbang rendah di puluhan planet
Bersembunyi di balik meteor
Namun aku tak berhasil
Udara panas makin terasa
Membakar wajah dan dada
Lalu rudal api mehantamku
Dengan ledakan sangat dahsyatnya
Dan hancur luluh tak bersisa
Aku berteriak
Bangun, bangun seru ibuku!
Aku tertidur di shofa
Belum juga selesai kubaca
Buku tipis yang kuambil dari rak putih
Subang, 2007
9. BUKUMU KUPINJAM
Aku tak bisa menahan diri
Untuk datang memintamu
Pinjamkan aku buku
Agar puas dahagaku
Di rumah
Semua buku telah kubaca
Koran dan majalah tak tersisa
Di sekolah
Tak ada lagi tambahan buku baru
Yang adapun sudah tertutup debu
Kawan
Aku butuh pasokan gizi otakku
Pinjami aku buku
Agar sehat pikiranku
Pinjami aku buku
Karena tak ada lagi buku tersisa
Untuk membeli aku tak ada dana
Perpustakaan di kampungku tak ada
Sedang keinginanku tak bisa terkendali
Selalu mencari-cari
Apa yang bisa kubaca hari ini
Teman,
Bolehkah kupinjam bukumu?
Subang, 2007
10. AKU MEMBACA ‘LASKAR PELANGI’
Kubaca ‘Laskar Pelangi’
Kaya kata nakal dalam diksi
Sangat enerjik penuh imajinasi
Kuserap
Kunikmati
Kupelajari
Tentang semangat mengajar
Tentang semangat belajar
Tentang cita-cita dan mimpi
Bagaimana menantang kehidupan
Dalam kekurangan
Dalam keterbatasan
Sungguh aku tak habis mengerti
Bagaimana aku bisa luput mensukuri
Berbagai nikmat yang kudapati
Kubaca pula ‘Gadis Kecil Toto Chan’
Kukunyah perlahan-lahan
Kuhisap penuh kesadaran
Hatiku jadi terbuka menganga
Menampung ribuan kata berlompatan
Pengalaman dalam pembelajaran
Bagaimana murid diperlakukan
Dimana belajar jadi kesenangan
Bahwa kecerdasan bukan cuma Matematika
Bahwa prestasi bukan hanya pandai Fisika
Tapi semua yang ada dalam bakat manusia
Bagaiman menjadikan semua tempat yang ada
Adalah kelas istimewa bagi mereka
Lalu Kubaca ‘MAJOI’-nya Taufik Ismail
Ada hal aneh kurasakan :
Menyusup dalam saluran pernafasan
Melekat di ujung tenggorokan
Bahwa sastra jadi begitu segarnya
Dan puisi jadi begitu renyahnya
Cobalah cicipi jika kau tak percaya
Kubaca lagi ‘Ayat-ayat Cinta’
Aroma spiritualitas sangat derasnya
Membasuh jiwa keringku
Membakar karat hatiku
Memahami betapa mulia arti cinta
Strategi mengatur masa depan
Dan merancang kehidupan
Kini kubaca ‘Quantum Teaching’
Seperti memasuki dunia lain
Menyebarkan aura juara
Memberi energi surya
Semangat mengorkestra
Hingga kelas jadi penuh warna
Dalam dominasi bianglala
Dalam nuansa cakrawala
Dan semua murid menjadi bintangnya
Aku hanya berpikir
Seandainya semua guru
Membaca semua buku istimewa
Betapa guru akan menjadi kaya
Betapa murid akan jadi istimewa
Dan kelas jadi bernyawa
Hingga cahaya tak pernah sirna
Dari jiwa-jiwa mereka
Ciwalahir, 060807


