puisi guru
Puisi Guru
Cinta Guru
Setiap masuk kelas Ia bawa hal baru
Hingga murid slalu menunggu-nunggu
Tak pernah datang terlambat
Aturan waktunya sungguh akurat
Pelajaranpun penuh dengan variasi
Dengan beragam macam aksi
Teriakan, tepuk tangan dan tawa
Yel-yel dan nyanyian bergema
Memberi semangat pada semua
Memberi dorongan untuk mencoba
Dengannya kelas jadi bernyawa
Penuh kesungguhan namun tak hilangkan canda
Di kala lain hari jadi sendu terasa
Ketika ia bacakan cerita
Kisah sedih yang penuh duka
Atau diberinya murid tugas membaca
Dari kumpulan karya sastra
Karena dengan banyak membaca
Pikiran semakin terbuka
Dengan informasi dunia
Dan hati akan menjadi peka
Pada sesiapa yang menderita
Benar-benar kelas yang istimewa
Dibaliknya semua logika
Dan kebiasaan yang berlaku ada
Semua murid menyukai matematika
Biologi dan bahasa Inggris juga
Bahkan pada pelajaran fisika
Sungguh sangat dicinta
Sejarah, Keterampilan dan olah raga
Geografi dan pelajaran Agama,
Menulis cerita dan bermain drama
semua sama saja
Ketika bernyanyi dan membaca puisi
Latihan pidato, berdebat dan diskusi
Dengan kesenangan itu hari-hari diisi
Dan yang membuat guru bahagia
Selalu saja nilai di atas rata-rata
Mereka heran mengapa hal itu bisa.
Hingga mengubah segala yang ada
Karena guru bekerja dengan ketulusan jiwa, dan memberi dengan cinta.
Guru Sejahtera
Lihatlah dan coba cermati
Sosok yang datang di pagi sepi
Pantalon dan Kemejanya rapi
Bergesper gelap juga berdasi
Sepatu mengkilap melangkah pasti
Dengan laptop di tangan kiri
Dan juga alat komunikasi
Rambut tersisir berminyak wangi
Aromanya, Hmm… seharum kesturi
Lihatlah rumahnya,
Yang tak jauh dari sekolah
Sungguh bersih dan asri
Warna cat, hiasan dan alam serasi
Di halaman rumput hijau menghiasi
Diselingi pohon rimbun di kedua sisi
Garasi mobil di sebelah kiri
Dengan tanaman pot mengelilingi
Ada bangku-bangku diterasnya
Yang banyak dipenuhi bunga-bunga
Ada air mancur dan kolam
Di mana ikan bergerombolan
Di ruang dalam tak kalah juga
Perabot sederhana yang apik tertata
Ada ruangan luas satu saja
Dan rak buku sungguh besarnya
Aneka judul ribuan jumlah
Komik, kamus aneka majalah
Biologi, geografi juga sejarah
Karya sastra, puisi, cerpen dan prosa
Buku cerita anak, remaja, dan dewasa
Beragam kliping dan ensiklopedia
Deretan panjang hasil karya ilmiah
Sungguh sumber ilmu semua isinya
Ada juga media elektronika
Yang membuat pelajaran berjiwa
Peta benua semua ada
Juga globe dan berbagai alat peraga
Di situlah Ia siapkan pelajaran
Dengan sungguh-sungguh persiapan
Di depan kelas akan disampaikan
Ilmu dengan aneka penyampaian
Bagaimana murid-murid tak kaya
Dengan ilmu yang akan diserapnya
Seperti itulah semua rumah
Yang dimiliki guru-guru daerah
Mereka hidup dengan sejahtera
Bersama istri dan anak-anaknya
Karena jasa yang tiada tara
Mengukir pribadi anak negri
Dengan ilmu dan budi pekerti
Mengasah akal dan menghias hati
Sejak kecil hingga terbawa mati
Sungguh balasan yang tak sepadan
Meski dengan emas intan berlian
GURU SEJATI
Guru adalah pahlawan sejati
Pengabdi yang tak pernah henti
Nasihatnya menenteramkan hati
Karena itulah ia sangat dihormati
Senyum yang selalu terbuka
Benar-benar lahirkan pesona
Sorot matanya tajam
Namun tak kesankan kejam
Ucapannya tegas
Tapi tak terasa keras
Dan disiplin yang diterapkan
Ketat namun mengasyikan
Karena itu murid semua mencintainya
Tak juga Ia berkata kasar
Teriakan apalagi Cacian
Tutur-katanya lembut menyenangkan
Tegurannya sopan tak berlebihan
Namun tegas dalam memutuskan
Semua murid diperlakukan sama
Walau dengan cara berbeda
Ia bisa bicara tanpa berkata
Berteriak tanpa suara
Karena jiwanya sungguh kaya
Dengan kasih dan penuh cinta
Murid merasa aman dengannya
Seperti seorang ayah layaknya
Menjadi akrab dengan siapa saja
Semua merasa sahabat karibnya
Tahukah Kau,
di negri mana guru itu berada?
Ingin sekali kutemui
Akan kuajak dia ke sini
Agar bersedia mengajari
Semua guru hingga bisa memberi
Dengan setulus-tulus hati
Agar guru bisa bekerja
Dengan modal kekayaan jiwa
Dan pemerintah mau peduli
Dengan nasib anak-anak negri
Yang hidup dalam jiwa yang mati
Agar merubah negri ini
Menjadi kampung besar
Yang penduduknya suka belajar
Agar negri ini tidak berubah
Menjadi padang kuburan
Tahukah Kau, di negri mana guru itu berada?
Beji, 25 Januari 04



mengharukan
hanif
Mei 4, 2008
Ya Allah balas segala kebaikan orang yang telah membukan cakrawala berpikir kami menjadi rasional, mengenalkan kami bagaimana cara bergaul, dan membuka hati ini sehingga datang hidayahMu, serta membimbing kami tuk mengenalmu…
Terimaksih guruku dimanapun kau berada…
Nama dan wajahmu kan kukenang dalam mimpi-mimpi dab do’aku…
Asep Sudrajat
Mei 18, 2008
goood..
q gak bsa blng ap2 kren abiiiss
novi
Januari 21, 2009
seharusnya puisinya jgn terlalu panjang
tiara
Februari 4, 2009
singkat sendiri aza… maksih. tp sekarang sy da pindah ke dwifahrial.info silahkan dtng…!
dwifahrial
Februari 5, 2009