puisi guru

Posted on April 5, 2008. Filed under: guru |

Puisi Guru

Cinta Guru

Setiap masuk kelas Ia bawa hal baru

Hingga murid slalu menunggu-nunggu

Tak pernah datang terlambat

Aturan waktunya sungguh akurat

Pelajaranpun penuh dengan variasi

Dengan beragam macam aksi

Teriakan, tepuk tangan dan tawa

Yel-yel dan nyanyian bergema

Memberi semangat pada semua

Memberi dorongan untuk mencoba

Dengannya kelas jadi bernyawa

Penuh kesungguhan namun tak hilangkan canda

Di kala lain hari jadi sendu terasa

Ketika ia bacakan cerita

Kisah sedih yang penuh duka

Atau diberinya murid tugas membaca

Dari kumpulan karya sastra

Karena dengan banyak membaca

Pikiran semakin terbuka

Dengan informasi dunia

Dan hati akan menjadi peka

Pada sesiapa yang menderita

Benar-benar kelas yang istimewa

Dibaliknya semua logika

Dan kebiasaan yang berlaku ada

Semua murid menyukai matematika

Biologi dan bahasa Inggris juga

Bahkan pada pelajaran fisika

Sungguh sangat dicinta

Sejarah, Keterampilan dan olah raga

Geografi dan pelajaran Agama,

Menulis cerita dan bermain drama

semua sama saja

Ketika bernyanyi dan membaca puisi

Latihan pidato, berdebat dan diskusi

Dengan kesenangan itu hari-hari diisi

Dan yang membuat guru bahagia

Selalu saja nilai di atas rata-rata

Mereka heran mengapa hal itu bisa.

Hingga mengubah segala yang ada

Karena guru bekerja dengan ketulusan jiwa, dan memberi dengan cinta.

Guru Sejahtera

Lihatlah dan coba cermati

Sosok yang datang di pagi sepi

Pantalon dan Kemejanya rapi

Bergesper gelap juga berdasi

Sepatu mengkilap melangkah pasti

Dengan laptop di tangan kiri

Dan juga alat komunikasi

Rambut tersisir berminyak wangi

Aromanya, Hmm… seharum kesturi

Lihatlah rumahnya,

Yang tak jauh dari sekolah

Sungguh bersih dan asri

Warna cat, hiasan dan alam serasi

Di halaman rumput hijau menghiasi

Diselingi pohon rimbun di kedua sisi

Garasi mobil di sebelah kiri

Dengan tanaman pot mengelilingi

Ada bangku-bangku diterasnya

Yang banyak dipenuhi bunga-bunga

Ada air mancur dan kolam

Di mana ikan bergerombolan

Di ruang dalam tak kalah juga

Perabot sederhana yang apik tertata

Ada ruangan luas satu saja

Dan rak buku sungguh besarnya

Aneka judul ribuan jumlah

Komik, kamus aneka majalah

Biologi, geografi juga sejarah

Karya sastra, puisi, cerpen dan prosa

Buku cerita anak, remaja, dan dewasa

Beragam kliping dan ensiklopedia

Deretan panjang hasil karya ilmiah

Sungguh sumber ilmu semua isinya

Ada juga media elektronika

Yang membuat pelajaran berjiwa

Peta benua semua ada

Juga globe dan berbagai alat peraga

Di situlah Ia siapkan pelajaran

Dengan sungguh-sungguh persiapan

Di depan kelas akan disampaikan

Ilmu dengan aneka penyampaian

Bagaimana murid-murid tak kaya

Dengan ilmu yang akan diserapnya

Seperti itulah semua rumah

Yang dimiliki guru-guru daerah

Mereka hidup dengan sejahtera

Bersama istri dan anak-anaknya

Karena jasa yang tiada tara

Mengukir pribadi anak negri

Dengan ilmu dan budi pekerti

Mengasah akal dan menghias hati

Sejak kecil hingga terbawa mati

Sungguh balasan yang tak sepadan

Meski dengan emas intan berlian

GURU SEJATI

Guru adalah pahlawan sejati

Pengabdi yang tak pernah henti

Nasihatnya menenteramkan hati

Karena itulah ia sangat dihormati

Senyum yang selalu terbuka

Benar-benar lahirkan pesona

Sorot matanya tajam

Namun tak kesankan kejam

Ucapannya tegas

Tapi tak terasa keras

Dan disiplin yang diterapkan

Ketat namun mengasyikan

Karena itu murid semua mencintainya

Tak juga Ia berkata kasar

Teriakan apalagi Cacian

Tutur-katanya lembut menyenangkan

Tegurannya sopan tak berlebihan

Namun tegas dalam memutuskan

Semua murid diperlakukan sama

Walau dengan cara berbeda

Ia bisa bicara tanpa berkata

Berteriak tanpa suara

Karena jiwanya sungguh kaya

Dengan kasih dan penuh cinta

Murid merasa aman dengannya

Seperti seorang ayah layaknya

Menjadi akrab dengan siapa saja

Semua merasa sahabat karibnya

Tahukah Kau,

di negri mana guru itu berada?

Ingin sekali kutemui

Akan kuajak dia ke sini

Agar bersedia mengajari

Semua guru hingga bisa memberi

Dengan setulus-tulus hati

Agar guru bisa bekerja

Dengan modal kekayaan jiwa

Dan pemerintah mau peduli

Dengan nasib anak-anak negri

Yang hidup dalam jiwa yang mati

Agar merubah negri ini

Menjadi kampung besar

Yang penduduknya suka belajar

Agar negri ini tidak berubah

Menjadi padang kuburan

Tahukah Kau, di negri mana guru itu berada?

Beji, 25 Januari 04

About these ads

Make a Comment

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

5 Tanggapan to “puisi guru”

RSS Feed for pesona kata Comments RSS Feed

mengharukan

Ya Allah balas segala kebaikan orang yang telah membukan cakrawala berpikir kami menjadi rasional, mengenalkan kami bagaimana cara bergaul, dan membuka hati ini sehingga datang hidayahMu, serta membimbing kami tuk mengenalmu…
Terimaksih guruku dimanapun kau berada…
Nama dan wajahmu kan kukenang dalam mimpi-mimpi dab do’aku…

goood..
q gak bsa blng ap2 kren abiiiss

seharusnya puisinya jgn terlalu panjang

singkat sendiri aza… maksih. tp sekarang sy da pindah ke dwifahrial.info silahkan dtng…!


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: